Kamis, 07 Juni 2012

Perbedaan hamzah qotho’ dan Hamzah Wasol Mushhab rosm ustmaniy



Hamzah qotho’ ( أ )

Hamzah Qotho’ berupa Hamzah yang selalu diucapkan dengan ber-harokat fathah, dhummah atau kasroh. Tidak gugur pengucapannya baik di awal permulaan kalimat atau ditengah-tengah kalimat. Dan tidak gugur sekalipun berada diantara dua kalimat yang tersambung. tertulis di atas Alif bilamana berharokat fathah atau dhummah, dan dibawah Alif bilamana berharokat kasroh. Bentuknya seperti bentuk kepala Ain ( أ ).

Hamzah Washol  (ﭐ    )

 Hamzah Washol  adalah huruf hamzah yang apabila berada paling awal, ia  dibaca dan  berbunyi A, I dan U. dan Ketika ada ditengah, Hamzah washol tidak terbaca. Bentuknya seperti bentuk kepala  shod  (ﭐ    ).Hamzah Washol adalah Hamzah zaidah berfungsi sebagai perantara atau penyambung kepada pengucapan huruf mati atau sukun yang berada setelahnya. Hamzah Washol terdapat pada kalimah fi’il, kalimah isim maupun kalimah huruf.

Contoh tanwin bertemu Hamzah Wasol

a.       Tanwin  jika bertemu dengan Hamzah Wasol ( ﭐ   )  tanwinnya diganti dengan nun iwad, dan nun nya dibaca Kasroh
Contoh :           مَثَلاَ نِ الْحَمْدُ   
z>uŽŸÑ ª!$# WxsWtB Wxã_§‘ ÏmŠÏù âä!%x.uŽà° tbqÝ¡Å3»t±tFãB Wxã_u‘ur $VJn=y™ @@ã_tÏj9 ö@yd Èb$tƒÈqtFó¡o„ ¸xsWtB 4 ߉ôJptø:$# ¬! 4 ö@t/ ÷LèeçŽsYø.r& Ÿw tbqßJn=ôètƒ

b.      Hamzah Wasol  jika bertemu Hamzah , hamzah  yang kedua diganti   mad. Contoh :اِيتُونِى 
[Surat Al Ahqof ayat 4 juz 26]
ö@è% NçF÷ƒuäu‘r& $¨B šcqããô‰s? `ÏB Èbrߊ «!$# ’ÎTrâ‘r& #sŒ$tB (#qà)n=yz z`ÏB ÇÚö‘F{$# ÷Pr& öNçlm; Ô8÷ŽÅ° ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$#  ’ÎTqçGø($# 5=»tGÅ3Î/ `ÏiB È@ö6s% !#x‹»yd ÷rr& ;ot»rOr& ïÆÏiB AOù=Ïã bÎ) ÷LäêZà2 šúüÏ%ω»|¹ ÇÍÈ
Wallohu a’lam

Selasa, 15 Mei 2012

CARA PENYAMPAIAN AL-BAYAN LIL MUSLIMIN



1.             Sebagai guru pengajar Al-Qur’an harusnya sudah Musyafahah (digurukan) kepada ahli qur’an dan hendaknya niat Ikhlas  karena Allah SWT
2.             Semua tulisan AL-BAYAN LIL MUSLIMIN menggunakan rosm utsmany, maka kami anjurkan untuk memakai Al-Qur’an rosm utsmany, kalau memakai selain rosm utsmany nanti anak-anak akan bingung karena tulisannya jauh berbeda..
3.             Guru menjelaskan pokok pelajaran (yang bergaris bawah) dan memberikan contoh bacaan dengan baik, benar dan fashih, selanjutnya murid membaca sendiri tanpa dituntun
4.             Kalau murid salah membaca, jangan langsung dibetulkan kecuali bila sudah tidak bisa
5.             Murid membaca dihadapan guru, individu, klasikal. Baca sima’, dan guru jangan menaikan murid, bila belum benar dan lancar.

6        Qoidah bacaan yang di terangkan dalam juz ini hanya saya khususkan menurut Qiroah Masyhuroh yaitu menurut Qiroah Imam Ashim, riwayat iman hafs yang melalui  jalurnya  imam abi Muhammad ubaid ibnis shobbah
7        Apabila ada keraguan dalam menyampaikan bacaan Ghoroibul Quran lebih baik ditanyakan pada ahlinya atau hubungi penyusun dengan alamat yang tertera di akhir buku AL BAYAN LILMUSLIMIN ini atau no telp / HP
·         0853 333 22 648
·         0341 731 29 46


8        Kami mohon kepada Asatidz untuk merangkum pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan pelajaran yang ada di buku ini  guna untuk membuat pertanyaan-pertanyaan atau membuat soal-jawab.
Syukron jazakumulloh.
Demikian sedikit bimbingan dalam mengajar,semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.amin


                                                                                     penyusun

Senin, 14 Mei 2012

silsilah guru alqur'an menurut Qiroah Imam Ashim, riwayat iman hafs yang melalui jalurnya imam abi Muhammad ubaid ibnis shobbah






1    سيدنا محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم
2    عثمان بن عفان على بن أبى طالب زيد بن ثابت عبد الله بن مسعود ابى بن كعب
3    الامام أبو عبد الرحمن عبد الله بن حبيب بن ربيعة السلّمى
4    الامام عاصم بن أبى نجود الكوفى
5    الامام أبوعمرو حفص بن سليمان بن المغيرة الاسدى الكوفى
6    الامام أبومحمد عبيد بن الصباح بن صبيح الكوفى ثم البغدادى
7    الامام أبو العباس احمد بن سهل ابن الفيروزانى الاشنان
8    الامام أبو الحسن طاهر بن غلبون
9    الامام الحافظ أبو عمرو عثمان سعيد الدانى
10   الامام أبو داود سليمان بن نجاح الاندلسى
11   الامام أبو الحسن على بن محمد بن هذيل
12   الامام أبو القاسم الشاطبى الضرير الاندلسى الشافعى
13   الامام أبو الحسن على بن شجاع بن سالم بن على بن موسى العباس
14   الامام أبو عبد الله محمد بن عبد الخالق المصرى الشافعى
15   الامام أبو الخير محمد بن محمد الدمشقى المشهوربا بن الجزرى
16   الشيخ الامام أحمد الاسيوطبى
17   الشيخ الامام ابى يحيى زكريا الانصارى
18   الشيخ العلامة ناصر الدين الطلاوى
19   الشيخ العلامة شحاذة اليمنى
20   الشيخ العلامة سيف الدين عطاء الله الفضالى
21   الشيخ العلامة سلطان المزاحى
22   الشيخ العلامة على بن سليمان المنصورى
23   الشيخ العلامة حجازى
24   الشيخ مصطفى بن عبد الرحمن الازمر
25   الشيخ العلامة احمد الرشيدى
26   الشيخ العلامة اسماعيل بستين
27   الشيخ العلامة عبد الكريم ابن الحاج عمر البدرى
28   الشيخ المقرئ العالم كياهى الحاج محمد منور بن عبد الرشاد الجكجاوى
29   الشيخ كياهى الحاج عبد القادر منور الجكجاوى
30   الشيخ كياهى الحاج أروانى بن محمد أمين القدوسى
31   الشيخ كياهى هشام القدوسى ثلاثهم قراو من الشيخ كياهى الحاج منور بن عبد الرشاد الجكجاوى
32   الشيخ كياهى الحاج عبد المنان ابو شكر الملانجى قرا من هؤلاء الثلاثة المذكورين
33   الأستاذ أحمد مسلمين بن سمردى عبد الله الجاوى  

MUJAHADAH \ MUNAJAT


By ahmad muslimin
MUJAHADAH\MUNAJAT
TA’AWUZD,BASMALAH,HAMDALAH,SHOLAWAT
Ya Allah, Ya Sayyidi, Engkau adalah dzat yang Maha Memberi Tanpa diminta. Telah Engkau berikan kami  Islam, Iman, dan Ma’rifat yang tiada kami minta. Engkau berikan banyak pemberian, bukan karena permintaan kami, atau ketaatan kami, bukan juga karena ibadah kami, karena kami ada setelah kami tidak ada, dan Engkau berikan kami beberapa nikmat yang besar berupa iman, islam dan ma’rifat kepadaMu.
Ya Allah, Engkau yang selalu kami harapkan dan selalu kami minta sekalipun kami tidak dapat menetapi ketaatan, karena kami yakin Engkau adalah Dzat Yang Maha Karim, sifat yang tidak suka mengambil sesuatu yang telah Engkau berikan, sekalipun kami sering maksiat dan jarang sekali bersyukur kepadaMu.
Ya Allah, selamatkanlah kami semua, dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri, dan selamatkanlah kami dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya.
Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya, Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami butuhkan, semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya.
Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami, bahkan semua urusan manusia, jika dikumpulkan dan dihadapkan padaMu juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini benar-benar bergantung kepadaMu.
Ya Allah, kami yakin orang yang bergantung kepadaMu, bukanlah orang yang tuna dan rusak.
Laa ilaa ha illalloh, tiada tempat bergantung bagiku kecuali Engkau, tiada tempat  yang kami tuju kecuali Engkau, tiada yang kami minta kecuali keridhoanMu, sekalipun kami bukanlah orang yang selalu ridho menerima Qodho’ QodarMu.
Ya Allah, jika bukan karena fadhol dan pertolonganMu, maka tidaklah dapat kami menjauhi  kemaksiatan dan melaksanakan ketaatan.
Ya Allah, kami berdiri di pintu rahmatMu mengharap panggilanMu, semoga Engkau menerima kami, sekalipun kami terus menerus berbuat maksiat kepadaMu .
Ya Allah, sesungguhnya Engkau berjanji bahwa iblis terlaknat tidak dapat mengganggu  orang-orang yang taat kepadaMu, dan kami meminta agar Engkau menolong kami untuk dapat beribadah sepenuhnya kepadaMu.
Ya Allah Ya Illahy, sesungguhnya tidak ada setan atau iblis kecuali nafsu kami sendiri, karenanya hilangkanlah nafsu kami agar kami melanggengkan ibadah kami dan mencapai ma’rifat kepadaMu.
Laa ilaa ha illalloh, Ya Allah, bukanlah orang yang tuna dan rusak, orang yang telah menjadikan wali untuk wasilah kepadaMu. Ya Allah jadikanlah kejelekan kami sebagaimana jeleknya orang-orang yang Engkau kasihi, sebab jeleknya orang-orang yang Engkau kasihi itu menjadi baik, dan baiknya orang yang Engkau benci itu menjadi rusak. Ya Allah….
Mudah-mudahan amal kebaikan kami bisa menjadi kegembiraan hati kami untuk bertemu denganMu Ya Allah.
Laa ilaa ha illalloh, demikian permintaan kami, mudah-mudahan Engkau senang jika kami meminta kepadaMu, sekalipun kami bukanlah orang-orang yang taat, karena sesungguhnya tak dapatlah kami meminta kepadaMu dan melaksanakan sesuatu tanpa fadholMu, kuserahkan jiwa raga kami  kepadaMu . Ya Illahi jangan kau hilangkan ma’rifat kami kepadaMu dan belas kasihMu kepadaku, tiada yang kami harapkan kecuali ridhoMu Ya Allah.
Hauqola 3 x,sholawat, amiiin ya robbal ‘alamin
penutup

MEMAHAMI TAFSIRUL QUR’AN


MEMAHAMI TAFSIRUL QUR’AN

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,[Q.s alnahl 43]

Al Quran sebagai kitab paripurna syarat dengan konsep, baik yang bersifat abstrak (ghaib) maupun konkret (dzahir). Konsep tentang Allah, malaikat, akhirat adalah konsep abstrak. Sementara itu al Qur’an juga menunjukkan konsep yang mengarah kepada fenomena konkret yang dapat diamati, misalnya tentang fuqara, mustadl'afin (kaum yang lemah), dsb.
Semua konsep diatas menjadi bermakna bukan saja karena keunikan keteraturan cara al Qur’an membahas suatu permasalahan secara sistematis, tetapi juga karena muatan al Qur’an yang bisa memberi gambaran paripurna (komprehensif) mengenai nilai-nilai Islam.
Upaya umat Islam menggali unsur muatan dan keparipurnaan al Quran melalui metode penafsiran telah berkembang sejak periode sahabat dilanjutkan tabi'in dan seterusnya.
Dalam kitab al Itqah fi Ulum al Quran, Imam Suyuti mendefinisikan tafsir sebagai penjelasan dan penyingkapan (nilai-nilai al Qur’an). Menurut ulama lain, tafsir diartikan sebagai suatu penjelasan lafadz dengan satu penjelasan saja.
Adapun metode penafsiran al Quran menurut para ulama ada dua macam. Pertama, memakai dalil naqli dan harus simai. Metode ini banyak dipakai kalangan as salaf as shalih. Sedangkan yang kedua berdasarkan ra'yi (pendapat). Metode kedua ini diperbolehkan, mengingat para sahabat dan tabiin berbeda-beda dalam menafsiri al Qur’an. Hal ini menandakan masuknya unsur ra'yi mereka dalam menafsirkan al Qur’an. Namun, terlepas dari hal tersebut, ra'yi penafsir harus terlepas dari tabiat dan hawa nafsu, karena di samping dilarang juga merusak kemurnian al Qur’an.
Tafsir yang sering juga terdengar sekarang adalah penafsiran secara tematik (maudlu'i). bentuk penafsiran menurut tema permasalahan atau disiplin ilmu tertentu ini diperbolehkan asal tidak menyimpang dari sumbernya. Seperti ada mufassir kontemporer yang menafsiri bahwa Ya'juj dan Ma'juj yang disebut dalam al Quran adalah bangsa Mongol dan Tartar. Wal hasil, pokoknya tidak sampai memutarbalikkan fakta yang berakibat mengubah arti, maksud dan tujuan al Qur’an maka secara penafsiran bentuk apapun diperbolehkan.
Yang masih sering menjadi pertanyaan, tafsir mana yang benar dan dapat dijadikan panduan hidup di dunia dan akhirat?
Dalam menentukan benar tidaknya suatu tafsiran al Qur’an, umat Islam kebanyakan masih tergantung pada masing-masing golongan yang ada di tubuh umat Islam itu sendiri. Apa yang dikatakan mufassir ahlussunnah wal jamaah akan punya kekhasan tersendiri dengan yang dikatakan para ulama tafsir dari golongan Mu'tazilah, Syiah atau yang lain.
Selain itu, dengan hanya mendasarkan diri pada al Qu’ran saja sebenarnya telah tercukupi semuanya. Tetapi karena al Qur’an tidak sampai menjelaskan secara rinci bagaimana cara membuat kapal terbang misalnya--tapi al Qur’an memuat aturan-aturan global yang cukup untuk mengilhami seorang perancang pesawat terbang.
Sekarang tugas jangka pendek umat Islam adalah menjaga dan menghidupkan al Qur’an dengan jalan belajar membacanya secara bagus dan benar secara musyafahah (menghadap atau setoran bacaan) kepada guru yang benar-benar ahlul Qur’an. Juga, mempelajari, memahami ,menghafalkan dan mengkaji tafsir di hadapan guru yang ahli, untuk kemudian berusaha mengamalkannya sehingga mencapai derajat hamilul Qur’an, dari sisi ucapan, ilmu maupun amalnya. Dan akhirnya mampu mengajarkannya, karena Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al Quran dan mengajarkannya."
Disamping itu yang seharusnya menjadi warisan generasi penerus adalah cara menomorsatukan al Qur’an, baik bacaan, tafsir, dalil dan lain sebagainya, diatas segala-galanya, sehingga apabila ada ilmu yang bertentangan dengan al Qur’an maka yang harus didahulukan adalah al Qur’an. Sabda Nabi:
"Barangsiapa menjadikan al Quran sebagai Imamnya, maka ia akan didahulukan masuk ke surga."
Kami melalui tulisan ini mengajak seluruh muslimin siapa saja yang ingin mempelajari Al Qur’an baik bacaan, tafsir, dalil maupun menghafalkannya harus didasari dengan hati ikhlas ,cinta dan penuh kesabaran karena Alloh swt,dalam Alqur’an Alloh swt berfirman:
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?[Q.s alqomar 17]
Walhasil  Al Qur’an harus jadi sumber segala sumber ilmu.
Akhirnya, kepada para generasi muda Islam agar selalu berusaha mempelajari Al Qur’an, baik bacaan,hafalan,tafsir, makna, pemahaman, rahasia, berkahnya dan menghayatinya sampai dapat mengamalkannya. Ini semua harus diperoleh dari guru Alqur’an  yang mutawatir sambung sanadnya kepada nabi Muhammad saw atau seorang yang ahli di bidangnya yang telah dijamin kebenaran dan keselamatan ajarannya. Amiiin
Wallahu a'lam  bishowab

MELATIH ANAK SEJAK DINI




“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
[QS .AL ahzab: 21]

Di zaman yang serba modern ini,tak banyak orang tua yang benar-benar mendidik anak-anak dengan penuh kasih saying dan menjauhkan mereka dari hal-hal yang sia-sia.memulainya dengan pendidikan agama,mengingat bahwa pondasi dasar agama supaya masuk dalam kehidupan anak sejak dini sehingga setelah dewasa nanti anak tersebut bisa menjadikan suatu kebiasaan dalam diri mereka.sholat,puasa,mengaji misalnya,jika kita sebagai orang tua terus menerus tanpa merasa lelah  mengingatkan da memberi contoh secara langsung [praktek], dalam pribahasa arab mengatakan:
لسان الحال افصح من لسان المقال
“ Praktek perbuatan itu lebih menunjukkan dari pada ucapan “
dan niscaya kelak dewasanya hal itu akan menjadi suatu kebiasaan tanpa harus menyuruhnya.
Sayangnya,kita bahkan melakukan sesuatu yang buruk pada anak-anak kita,bahkan kita sendiri yang menyenangi dan membanggakan adat dan kebiasaan yang buruk tersebut,seperti halnya tetap menonton TV di waktu-waktu masuk sholat,membiarkan anak-anak kita berlama-lama bermain dengan alat-alat modern dan canggih seperti internet yang lagi di gandrungi para remaja,bahkan anak-anak usia dini,karena mungkin banyak yang beranggapan jika tanpa alat itu akan terlihat ketinggalan zaman.Dan akhirnya kita sebagai orang tua akan menghibur diri dengan kata-kata “ Nantinya jika dewasa ia juga akan menjadi anak yang baik,pandai,dan taat agama,tapi karena keburukanlah yang selalu kita tanamkan sejak kecil maka ketika ia dewasa yang tertamanlah yang akan menjadi kebiasaannya,karena hanya orang yang menanam benih padilah yang akan mengetam padi ,dan tidaklah mungkin jika kita menanam rumput akan tumbuh menjadi batang padi, maka mustahillah kita mengharap anak kita tumbuh menjadi anak yang baik sedangkan kita selalu mengabaikan amalan-amalan agama yang benar dan tanpa membiasakan pendidikan agama sejak dini.
Sebagaimana hadits nabi yang berbunyi :
Artinya: setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah [suci],kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut yahudi,nasoro,atau majusi.
Diriwayatkan menurut jumhur ulama’  “sayyid hasan ra” adalah cucu Rosululloh SAW yang lahir pada bulan romadhon tahun ke 3 hijriyah,dan ketika Rosul wafat beliau masih berusia 7 tahun,namun di usia yang  begitu belia,beliau  telah mampu meriwayatkan beberapa hadits  nabi  Muhamad SAW,yang  belum mampu di lakukan anak seusianya. Abul haura’rah ra. Pernah bertanya pada sayyid Hasan ra,”apakah ada sesuatu yang kau ingat dari Rosul?”jawabnya,ya ada. Suatu ketika saya berjalan-jalan bersama rosul SAW,dan saya melihat setumpuk kurma dari orang-orang yang bersedekah,dan saya mengambilnya kemudian memakannya,dan ketika kurma masih berada di mulut saya,beliau bersabda “kah-kah” sambil mengeluarkan kurma tadi dari mulut saya dan beliau bersabda  “ kita tidak boleh makan hasil dari sedekah “. Begitu juga cucu rosululloh sayyid Husain yang berusia 6 tahun ketika nabi wafat,telah mampu mengingat  apa yang pernah di riwayatkan rosul SAW dan beliau tergolong ahli hadits serta termasuk salah seorang di antara para imam yang telah meriwayatkan delapan hadits rosul SAW ,beliau mengatakan “aku pernah mendengar rosul bersabda “ jika umatku mengendarai perahu ,maka hendaklah ia membaca :
بسم الله مجريها و مرسها ان ربى لغفور رحيم < هود : 41 >
Yang artinya: “Dengan menyebut nama Alloh pada waktu berlayar dan berlabuhnya.Sesungguhnya Tuhanku benar-benar  Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [hud :41], maka ia selamat dan tidak akan tenggelam.”
Apakah yang dapat di lakukan oleh anak seusia 6 dan 7 tahun ? Pada usia semuda itu ternyata sayyid Hasan ra dan sayyid Husain ra,telah mapu mengingat sejumlah hadits sekaligus meriwayatkannya.Ini menunjukkan kemampuan yang sempurna dan semangat yang luar biasa,tetapi saying kita sekarang justru tidak mengajari pengetahuan sedikitpun kepada anak-anak kita yang sudah berumur 7 tahun.
Masa anak-anak adalah masa keemasan dalam  mengingat,maka hendaknya kita tidak menceritakan hal-hal yang  bohong dan penuh kesia-siaan yang akan tertanam dalam otak dan merusak  hati mereka,jika cerita yang menakutkan tentang jin atau berhala diganti dengan cerita-cerita yang menjadikan takut pada Alloh atas murka dan siksaNya,serta menanamkan akan keagungan dan kehebatan Alloh SWT,maka hal itu akan lebih bermanfaat bagi mereka di dunia dan di akhirat. Apalagi jika masa-masa keemasan itu kita latih untuk menghafal Al-qur’an,karena sekalipun di masa ini bukanlah sesuatu yang mudah,namun hasilnya adalah tidak pernah lupa dan ragu dalam membaca ayat-ayat musytabihat dalam Al-qur’an,sebagai mana syair mengatakan “belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu,belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air”.
WALLOHU A’LAM BISSHOWAB